Paroki Kristus Raja Baciro
Jl. Melati Wetan No.47, Baciro, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55225
Perayaaan Ekaristi Berbalut Nuansa Batak
Ditulis oleh nyoman pada 26-05-2026
Suasana Gereja Katolik Kristus Raja Baciro Yogyakarta terasa sedikit berbeda dari biasanya. Sebelum lonceng misa berbunyi, nuansa khas budaya Batak terasa mengalir di antara langkah kaki umat yang terus berdatangan. Malam itu, Komunitas Mahasiswa Batak Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) untuk pertama kalinya menyelenggarakan Ekaristi Kaum Muda (EKM) Inkulturasi budaya Batak pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Acara diawali dengan doa Rosario bersama pada pukul 18.00, yang kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Jona Joakim Pinem, OFM Cap. Para umat hadir dengan antusias untuk ambil bagian dalam perayaan yang memadukan iman Katolik dengan budaya Nusantara.
Gagasan awal lahirnya EKM adalah dari program Bidang Liturgi yang ingin menghadirkan EKM Inkulturasi, yaitu sebuah ruang untuk memfasilitasi umat dari berbagai latar belakang budaya agar saling mengenal dan membangun persaudaraan yang sejati. "Awalnya, ini memang program bidang untuk mengadakan EKM inkulturasi guna memfasilitasi umat-umat yang berasal dari budaya berbeda dan membangun persaudaraan, mulai dari mengenal budaya lain yang ada di Baciro maupun sekitarnya," tutur Dian, perwakilan dari Bidang Liturgi Gereja Baciro.
EKM ini merupakan EKM perdana yang diadakan oleh Komunitas Mahasiswa Batak Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan tentunya EKM tersebut tidak lepas dari persiapan yang penuh kejutan. Salah satu hal yang membedakan persiapan EKM ini adalah adanya gladi kotor, sesuatu yang tidak selalu dilakukan dalam persiapan misa pada umumnya. Keputusan itu terbukti tepat. Para pelayan liturgi mendapat gambaran nyata tentang jalannya misa, dan masih punya waktu untuk berbenah sebelum hari H tiba. Hasilnya? Saat gladi bersih, seperti yang diakui sendiri oleh Dian, "mereka sudah keren.”
Terakhir, Dian menyampaikan pesan untuk teman-teman muda diluar sana "Semoga ini menjadi ruang bagi teman-teman muda untuk semakin terbuka dengan budaya Indonesia yang kaya, saling menghargai, dan terus membangun persaudaraan.”
EKM Inkulturasi Komunitas Batak UAJY adalah bukti bahwa iman yang hidup tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu mengalir bersama budaya, bersama komunitas, dan bersama persaudaraan yang terus dirawat dengan cinta.