Paroki Kristus Raja Baciro
Jl. Melati Wetan No.47, Baciro, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55225
Minggu Panggilan : Mendalami Makna Panggilan dalam Pelayanan
Ditulis oleh Floren pada 10-05-2026
Suasana hangat begitu terasa di GKR Baciro pada Sabtu, 25 April 2026. Umat berdatangan memenuhi bangku-bangku Gereja, mengikuti perayaan dengan khusyuk. Malam itu bukan sekadar misa Sabtu sore biasa, melainkan perayaan Minggu Panggilan, yakni sebuah momen khusus bagi seluruh umat Katolik untuk merefleksikan kembali panggilan dalam hidup.
Langit malam yang tenang berpadu sempurna dengan keheningan. Perayaan liturgi malam itu terasa lebih hidup berkat kehadiran tamu istimewa: para suster dari Kongregasi OSF Sibolga. Berdiri di deretan koor, kehadiran para suster tidak hanya menghidupkan perayaan melalui nyanyian, tetapi juga menjadi gambaran nyata tentang hidup panggilan.
Setelah misa selesai, kebersamaan sederhana bersama para suster berlanjut dalam acara makan bersama dan perbincangan santai. Pada kesempatan ini, Sr. Elvira Halawa, OSF Sibolga membagikan pengalamannya dalam hidup membiara.
Makna Panggilan dalam Pelayanan
Bagi Sr. Elvira, panggilan menjadi seorang biarawati bukan hanya berkaitan dengan diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana seseorang hadir bagi orang lain. “Hidup saya tidak hanya bermakna bagi diri saya dan keluarga saya, tetapi saya memaknai panggilan ini bermakna bagi semua orang lewat melayani.” Ia juga mengungkapkan bahwa ia menemukan sukacita dengan membagikan apa yang dimilikinya, bukan hanya dalam hal materi, tetapi juga melalui bakat, pikiran, maupun tenaganya.
Perjalanan menuju panggilan itu dimulai sejak masa SMP. Saat itu Elvira remaja melihat seorang suster OSF yang tampak begitu anggun di matanya. Namun, siapa sangka momen sederhana itu meninggalkan kesan mendalam yang terus bertumbuh hingga menghadirkan keputusan hidup yang berani.
Namun, jalannya tak selamanya mulus. Jika sang ibu memberi lampu hijau, sang ayah justru sempat berdiri di sisi yang berseberangan. Sebuah kalimat berat bahkan sempat terlontar dari lisan ayahnya, “Kamu boleh menjadi suster ketika saya sudah meninggal.” Pernyataan itu menjadi tantangan batin yang luar biasa bagi Elvira. Alih–alih menyerah pada keadaan, ia memilih untuk tetap berpegang teguh pada panggilannya. Ia memberanikan diri bergabung menjadi aspiran di Kongregasi OSF Sibolga.
Setahun berlalu, kesabaran dan doa akhirnya memberikan cahaya terang. Melihat kesungguhan putrinya, sang ayah akhirnya membuka hati dan memberikan restu. Sebuah syarat menyentuh diberikan: ia tetap harus pulang ke rumah setiap masa liburan tiba.
Menjalani hidup membiara berarti harus siap dengan jarak. Sr. Elvira mengakui bahwa waktu untuk bertemu dengan keluarga sangatlah singkat. Rasa rindu tetap hadir, namun ia mengandalkan doa sebagai penguat. “Walaupun saya tidak berjumpa dengan keluarga, tetapi dalam doa saya membawa keluarga saya agar mereka selalu sehat,” ungkapnya. “Tuhan memanggil saya dengan segala kepribadian saya, kelemahan dan kekurangan yang saya miliki. Tetapi Tuhan memiliki cara membantu saya mengatasi kesulitan,” tuturnya.
Sr. Elvira kemudian menyampaikan pesannya kepada rekan-rekan sesama biarawan dan biarawati akan pentingnya menengok ke belakang saat badai kesulitan datang. "Kita sudah tahu segala konsekuensinya. Jadi, saat sulit, ingatlah selalu motivasi awal kita. Ingatlah bahwa ini adalah pilihan pribadi kita sendiri untuk menjawab panggilan Tuhan, bukan paksaan orang lain," pesannya.
Kepada Orang Muda Katolik (OMK), ia mengajak untuk tidak takut mencoba. Menurutnya, panggilan tidak selalu langsung jelas, tetapi perlu dijalani dengan keberanian dan keterbukaan. "Jangan takut menjawab panggilan Tuhan. Kalau masih bingung, mencoba saja dulu, siapa tahu di sana kalian menemukan jalan," pungkasnya.
Minggu Panggilan di GKR Baciro malam itu tidak hanya menjadi perayaan liturgi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman. Pada akhirnya, panggilan bukan sekadar tentang siapa yang terpilih untuk berjubah, melainkan tentang keberanian setiap pribadi untuk menjawab 'Ya' dan menjadi berkat bagi sebanyak mungkin orang.